Tampilkan postingan dengan label informasi tentang tehnologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi tentang tehnologi. Tampilkan semua postingan

internet

Kebijakan Tarif Internet Dilematis
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Pemerintah terkesan dilematis dalam mengeluarkan kebijakan skema tarif internet yang baru. Di satu sisi ingin tarif terus turun, namun di sisi lain, demi menjaga kualitasnya, tarif dikhawatirkan malah bisa naik.

"Masalah tarif sangat sensitif. Kami inginnya tarif turun dulu. Namun begitu kita mengeluarkan kebijakan QoS (quality of services) internet, tarif malah bisa naik agar kualitasnya terjaga," ujar Sekjen Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, di gedung Depkominfo, Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Tarif internet di Indonesia sendiri diakui masih lebih mahal dibanding negara-negara lain. Sudah begitu, kualitasnya sering kali kurang bisa diandalkan saat dibutuhkan.

Belajar dari kasus ini, pemerintah pun condong untuk memperbaiki kualitas lebih dulu ketimbang menurunkan tarif.

"Internet perlu ada soft policy untuk menjaga kualitas. Biar tidak asal main turunkan tarif seperti voice call. Nanti yang terbangun adalah kualitas," kata Basuki.

Begitu kualitas internet membaik, masyarakat dinilai tak akan sungkan lagi untuk mengeluarkan biaya akses sesuai skema tarif saat ini. Pendapatan yang diterima penyelenggara jasa internet pun nantinya bisa digunakan untuk memperluas akses.

"Kami ingin internet bisa dijangkau semua desa. Itu sebabnya kami genjot penetrasinya hingga ke pedesaan. Begitu akses merata, tarif otomatis akan turun karena kompetisi," jelas Basuki.

Depkominfo sendiri dalam jangka lima tahun menargetkan ada 10 ribu desa yang akan memiliki akses internet. "Kami ingin internet juga bisa masuk ke seluruh sekolah SD dan SMP," tandas Menkominfo Tifatul Sembiring.

( rou / ash )

game bisa turun

Jumlah Game Bisa Turun 5-10% di 2010
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Jumlah game yang dirilis lalu dijual lewat toko-toko game pada tahun 2010 diperkirakan akan merosot. Angkanya bisa jatuh 5-10 persen.

Demikian prediksi peneliti dari Electronic Entertainment Design and Research, Jesse Divnich, seperti dikutip detikINET dari GameSpot, Senin (28/12/2009).

Divnich mengatakan, pada 2010 akan terjadi penurunan 5-8 persen game yang dijual ke toko-toko. Hal itu, ujarnya, akan terjadi karena beberapa faktor seperti konsolidasi industri dan mulai menurunnya tren dari konsol generasi lama.

Lebih lanjut, Divnich mengatakan, angka penurunan bisa mencapai 10 persen apabila upaya distribusi digital semakin berhasil. Proyek-proyek seperti OnLive dan GaiKai disebut-sebut sebagai salah satu indikator makin diliriknya distribusi game 'tanpa kotak'.

Jika dibandingkan 2008, jumlah game yang dirilis ke toko pada 2009 relatif stagnan. Pada 2008 jumlah game yang dirilis adalah 1.092, sedangkan di 2009 jumlahnya beda tipis pada 1.099.

Beberapa game pun disebut mendominasi toko-toko tradisional dan mendesak game-game lain sehingga tak punya tempat di rak penjualan. Divnich mencontohkan game seperti Call of Duty dan Grand Theft Auto dalam kategori ini.



( wsh / rou ).www.detik.com

GAME

Manfaat Sehat Main Video Game
Nurul Ulfah – detikinet

New York - Video game seringkali disalahkan sebagai penyebab semua hal yang berbau negatif, mulai dari kekerasan hingga obesitas. Namun studi terbaru justru menunjukkan manfaat sehat dari bermain video game yang mungkin bisa jadi alternatif untuk mengisi waktu liburan. Bermain video game bisa meningkatkan ketajaman dan kecepatan berpikir.

Rolf Nelson, seorang profesor psikologi dari Wheaton College, Norton, Massachusetts menyebutkan bahwa video game bisa mempertajam kemampuan berpikir dan kecepatan berpikir dan meningkatkan sisi kognitif (kepandaian) otak, terutama untuk game yang bersifat action dan puzzle.

Studi yang dimuat dalam Journal Perception itu melibatkan 20 orang siswa dan dilakukan dengan cara memberikan permainan video game selama sejam atau lebih. Sebelum dan sesudah bermain video game, para partisipan diminta untuk melakukan tes kecerdasan untuk mengetahui efek bermain video game terhadap fungsi otak. Dan hasilnya memang terjadi peningkatan fungsi otak pada bagian-bagian tertentu.

"Bermain game yang membutuhkan tingkat perhatian dan fokus visual yang cepat dan gerakan motorik yang tepat bisa meningkatkan kecepatan dan akrasi dalam berpikir," jelas Nelson seperti dilansir Healthday, Senin (28/12/2009).

Serupa dengan penelitian yang dilakukan Nelson, sebuah studi yang dilakukan oleh Daphne Bavelier dari University of Rochester, New York juga menyebutkan bahwa para pemain video game punya kemampuan koordinasi yang baik, mulai dari mata hingga tangan. Mereka juga diketahui punya kemampuan memproses sesuatu hal yang bersifat visual dengan cepat, mental yang lebih kuat dan kemampuan mengingat yang lebih baik.

Namun perlu studi lebih lanjut sebelum menjadikan video game sebagai bagian dari kegiatan terapi otak terutama bagi anak-anak.

Meski punya manfaat dalam mengembangkan beberapa keahlian, namun bermain video game bisa menggantikan kegiatan fisik dan mempengaruhi perkembangan mental khususnya anak-anak. Untuk itu orang tua harus berperan aktif dalam memberikan jadwal bermain video game bagi anak agar tidak berlebihan.

"Jadi mulai sekarang tak perlu melarang anak bermain video game. Sebaik-baiknya strategi adalah dengan menyeimbangkan antara kegiatan fisik, latihan otak dan interaksi sosial. Seseorang yang bisa menyeimbangkan itu semua akan berkembang menjadi seseorang yang hebat," ujar Nelson.

( fah / eno )