Stewart Box Company





Stewart Box Company

Stewart Box Company adalah produsen kotak karton yang sudah lama berdiri. Produknuya terutama dijual sebagai pengemas produk-produk konsumen. Karton dibuat di pabrik karton milik perusahaan. Bahan baku untuk pabrik karton adalah “ paper-board” yang dibuat di pabrik yang juga milik perusahaan berdekatan dengan pabrik kartonnya. Kompleks pabrik juga memiliki gudang seluas 60.000 kaki persegi untuk menyimpan barang jadi sebelum dikirim. Perusahaan memiliki 425 karyawan. Direktur utama perusahaan ini adalah Robert Stewart, yang juga merupakan pemegang saham terbesar.

Perusahaan memasarkan produknya dalam radius 500 mil dari pabriknya yang beralokasi di sebuah kota kecil. Perusahaan ini mempunyai tujuh sales engineer, yang menerima gaji tetap tertentu, ditambah dengan komisi. Dalam organisasi pemasaran terdapat enam orang lainnya, termasuk taga diantaranya yang bertugas menyiapkan penawaran harga untuk para calon pelanggan, sesuai dengan spesifikasi dari pelanggan tersebut. Perusahaan terkenal karena mutu produk dan pelayanannya yang baik.

Kelebihan dari Stewart Box Company ini adalah :

  • Dapat menunjuk tren saat ini yang dapat berdampak pada industri dan pemesanan penjualan dan volume produksi.
  • Tepat waktu dalam pemesanan, kualitas tinggi dan menjaga spesifikasi pelanggan.
  • Memiliki struktur fungsional yang baik dalam pengindentifikasian pusat – pusat tanggung jawab.
  • Perencanaan strategis yang mapan.


Ada pun kelemahan dari Stewart Box Company ini adalah :

  • Melakukan perhatian lebih kepada laporan aksternal.
  • Sistem kontrol dan perencanaan perusahaan masih harus di perbaiki.
  • Sistem operasi yang belum signifikan dalam meningkatkan operasinya.
  • Sistem kontrol manajemen dan stuktur organisasi yang tidak mendukung strategi perusahaan secara keseluruhan.

Ancaman – ancaman dari Stewart Box Company adalah :

  • Kelebihan kapasitas yang tidak di pasarkan, karena adanya persaingan yang kuat.
  • Persaingan mendapatkan pesanan besar dengan harga yang rendah.
  • Kontribusi harga untuk pemesanan tidak mencukupi menjaga agar pabrik tetap berproduksi.

Dalam suatu industri dimana persaingan sangat ketat untuk volume pesanan, oleh karena itu Stewart Box company mendirikan pangsa pasar. Namun, pasarnya masih terbatas dalam radius 500mile manufakturnya, dengan demikian 15% dari waktu perusahaan untuk biaya di bawah untuk dapat memenuhi persyaratan volume untuk operasi, dan 65% dari waktu mereka di-charge lebih tinggi daripada pesaing mereka.

Nb : Ini hasil diskusi saya bersama teman kelompok (Yuliana,Dwi purwanti)pada mata kuliah Sistem Pengendalian Manajemen.

Sumber referensi : Anthony, Robert N dan Govin Dara Jan. 2005. Manajement Control System ( diterjemahkan Drs. F. X. Kurniawan Tjakrawala, Msi, Akt). Edisi kesebelas. Jakarta : Salemba Empat.

.

Strategi

Pentingnya Strategi

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis perusahaan yang dilengkapi dengan pesatnya kemajuan tekonologi informasi, maka strategi merupakan kebutuhan yang fital dan sangat penting dalam menjalankan roda perusahaan menghadapi berbagai macam tantangan baik internal maupun eksternal, khususnya para pesaing padaco re bisnis yang sama.

Sejalan dengan pentingnya strategi, maka Jain (1990) mengatakan bahwa setiap organisasi membutuhkan strategi apabila menghadapi situasi berikut:

1. Sumber daya yang dimiliki terbatas.

2. Ada ketidakpastian (uncertainity) mengenai kekuatan daya saing organisasi.

3. Komitmen (commitment) terhadap sumberdaya tidak dapat diubah lagi.

4. Keputusan-keputusan (decisions) harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu.

5. Ada ketidakpastian mengenai pengendalian inisiatif.

Sementara Porter dalam Wheelen dan Hunger (1995:1) mengatakan bahwa ”the reason why firms succeed or fail is perhaps the central question in strategy”. Artinya, strategi akan menentukan berhasil atau gagalnya suatu perusahaan. Oleh karena itu, mengingat perannya yang sangat menentukan, maka penentuan strategi menjadi sesuatu hal yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan.

Namun demikian strategi perlu dibedakan dengan taktik. Dari pengertian yang paling sederhana dapat dibedakan bahwa strategi (strategy) adalah saat dimana memutuskan apa yang harus dikerjakan, sedangkan taktik (tactics) adalah saat dimana memutuskan bagaimana mengerjakan sesuatu. Ada beberapa pendapat pakar untuk membedakan strategi dengan taktik. Brucker berpendapat bahwa strategi adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the things right). Selain itu, Karl Van Clausewitz berpendapat bahwa strategi merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang, sedangkan taktik merupakan seni menggunakan tentara dalam sebuah pertempuran.

Berdasar beberapa pengertian di atas, maka taktik merupakan rentetan dari pelaksana kerja atau penjabaran operasional dari strategi untuk mencapai tujuan, sedangkan strategi adalah penjabaran arah yang akan ditempuh perusahaan di masa yang akan datang.

sumber :http://www.scribd.com/doc/13561095/Dasar-dan-Model-Manajemen-Strategis-

Misi dan Visi BNI Syariah

BNI Syariah

Sejarah BNI Syariah

Sistem Syariah yang terbukti dapat bertahan dalam tempaan krisis moneter 1997, meyakinkan masyarakat bahwa sistem tersebut kokoh dan mampu menjawab kebutuhan perbankan yang transparan. Berdasarkan hal itu dan mengacu pada UU no 10 Tahun 1998, mulailah PT Bank Negara Indonesia (Persero ) merintis Divisi Usaha Syariah.

Berawal dari 5 kantor Cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin yang mulai beroperasi tanggal 29 April 2000, kini BNI Syariah memiliki lebih dari 20 Cabang di seluruh Indonesia. Untuk memperluas layanan pada masyarakat, masing-masing kantor cabang utama tersebut membuka kantor-kantor cabang pembantu syariah (KCPS), sehingga keseluruhan kantor cabang syariah sampai tahun 2007 berjumlah 54 buah. Selanjutnya berlandaskan peraturan Bank Indonesia No 8/3/ PBI/2006 tentang pemberian ijin bagi kantor cabang Bank konvensional yang memiliki unit usaha syariah untuk melayani pembukaan rekening produk dana syariah, BNI Syariah merespon ketentuan ini dengan cara bersinergi dengan cabang konvensional guna melakukan “office channelling”. Hingga saat ini outlet layanan syariah pada kantor cabang konvensional berjumlah 636 outlet.

Visi
Menjadi Bank Syariah yang unggul dalam layanan dan kinerja dengan menjalankan bisnis sesuai kaidah sehingga insya Allah membawa berkah.

Misi
Secara istiqomah melaksanakan amanah untuk memaksimalkan kinerja dan layanan perbankan dan jasa keuangan syariah sehingga dapat menjadi bank syariah kebanggaan anak negeri.

Prinsip Operasi Bank Syariah

Bank Syariah menganut prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Prinsip Keadilan

· Prinsip ini tercermin dari penerapan imbalan atas dasar bagi hasil dan pengambilan margin keuntungan yang disepakati bersama antara Bank dan Nasabah.

2. Prinsip Kemitraan

· Bank Syariah menempatkan nasabah penyimpanan dana, nasabah pengguna dana, maupun Bank pada kedudukan yang sama dan sederajat dengan mitra usaha. Hal ini tercermin dalam hak, kewajiban, resiko dan keuntungan yang berimbang di antara nasabah penyimpan dana, nasabah pengguna dana maupun Bank. Dalam hal ini bank berfungsi sebagai intermediary institution lewat skim-skim pembiayaan yang dimilikinya.

3. Prinsip Keterbukaan

· Melalui laporan keuangan bank yang terbuka secara berkesinambungan, nasabah dapat mengetahui tingkat keamanan dana dan kualitas manajemen bank.

4. Universalitas

· Bank dalam mendukung operasionalnya tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan agama dalam masyarakat dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil'alamiin.


sumber :http://www.bni.co.id/Syariah/tabid/174/Default.aspx